I don’t think I can finish translating the next episode any time soon (by soon I mean, at least in the next three months).
So there you have it. Jupiter will be away (and probably is away) for a minimum of three months… I have absolutely no idea when episode 05 and 06 will be released. It is supposed to be prior to his absence, but Jupiter hasn’t replied, so mostly likely not. He did say I should ask another translator, so I have go hunting again… I have two potential people in my mind, blakbunnie27 (who has helped us with the last two released episodes) or mflatischler, who recommended to watch the anime via his blog. If not either, you and I (for the first time since my very first fansub, I actually enjoy subbing this anime) will have to wait until Jupiter is back OR maybe someone that understands the kansai dialect, has good understanding of 90’s lifestyle of Japan, and fairly good English shows up, we don’t have to wait.
In other news, Hoshi ni Negai wo: COLD BODY + WARM HEART may be out as early as in this month.
Seperti yang diketahui (atau tidak diketahui), harddisk yang digunakan untuk menampung anime sekarang totalnya ada 5:
Dan hal yang paling mengerikan yang bisa terjadi adalah kerusakan harddisk. Ya, dulu pernah terjadi beberapa kali dan sudah memakan korban beberapa ratus giga anime >_> (dan ada beberapa yang sampai sekarang belum diupload ulang karena memang tidak ada backupnya).
Itu dulu kapasitas harddisk masih terbatas ~300GB dan kehilangan 300GB masih belum semengerikan jika kehilangan data… 1TB. Atau lebih. Dan FYI, harddisk yang paling murah per-GB untuk sekarang ini adalah harddisk 1.5TB.
Dengan resiko kehilangan data yang semakin banyak jika terus menggunakan sistem seperti ini, diputuskanlah (oleh 2 orang) bahwa sistem penyimpanan biggest harus diganti. Jika sebelumnya setiap harddisk memiliki struktur sendiri (/complete##, dimana ## adalah nomor harddisk), rencananya untuk sistem yang baru akan diubah sehingga semua harddisk dikombinasikan… dengan mampu bertahan (tidak ada data yang hilang) jika salah satu (atau dua) harddisk rusak.
Here Comes RAID-ZRAID-Z, versi ZFS untuk RAID-5, sistem penyimpanan data yang mengkombinasikan beberapa harddisk sehingga mampu mempertahankan data meski salah satu harddisk rusak.
Untuk perbandingan, misal ada 3 harddisk dan masing-masing memiliki kapasitas 1TB. Dengan sistem yang digunakan sekarang, total kapasitas yang bisa digunakan adalah 3TB. Hanya saja saat salah satu harddisk rusak, semua data pada harddisk tersebut hilang – alias kehilangan data 1TB. Menggunakan RAID-Z, total kapasitas yang bisa digunakan hanya 2TB. Meskipun begitu, saat ada 1 harddisk yang rusak, tidak ada data yang hilang. Harddisk yang rusak tinggal dikirim untuk diperbaiki dan kemudian dipasang kembali seperti semula.
Untuk tambahan RAID-Z ini bisa digabung-gabung. 2 sistem RAID-Z bisa digabung sehingga jika ada 2 harddisk rusak dan berasal dari RAID-Z yang berbeda, masih tidak ada masalah. Sebenarnya opsinal tapi berhubung sudah menggunakan RAID-Z, sekalian saja dibuat seperti ini karena lebih mudah mengurusnya… (atau mungkin tidak, yang ini masih belum final).
The ProblemSayangnya dengan harddisk yang ada sekarang, sistemnya belum bisa diganti:
Jadi rencananya sistemnya akan dibuat seperti ini:
Sehingga biggest akan memiliki kapasitas total 6.28TB (woot). Atau 4.28TB.
Money Be WhereMembeli tambahan 3 harddisk 1.5TB (dan 1x 1TB dan tukar tambah 500GB ke 640GB) tidak murah… Perlu dana sekitar 4 (5) juta rupiah (pada saat post ini ditulis). Sementara dana yang sudah terkumpul baru 1.2 juta. Masih kurang 2.8 (3.8) juta lagi.
Opsi kedua tentunya dengan menjual 2 harddisk 1TB yang ada di biggest… asumsi dijual dengan @ 900rb masih kurang 1 juta lagi. Dan harddisknya belum bisa dijual karena isinya masih ada (orz). Apapun yang terjadi tetap harus mengumpulkan dana 2.8 juta dulu sebelum bisa mendapat tambahan dana dari penjualan harddisk.
Donate Now!Yap, menyumbanglah sekarang juga. Hubungi die untuk ketemu menyumbang langsung atau transfer via BNI, atau hubungi gw untuk menyumbang melalui BCA. Jumlahnya bebas, tetapi sebaiknya minimal seribu rupiah…
Semakin cepat terkumpul, semakin cepat pindah ke sistem yang baru, semakin rendah resiko kehilangan data.
DOUBLE RELEASE. Whut.
FIX FOR CHAPTER 57: it’s “training camp”, not “boarding house”. Both have same kanji but the former makes more sense. Don’t know why the translator chosen the latter one. Probably because it’s the first to shows up in his dictionary. Sorry for confusion (as if you’re not confused enough by my edit…).
Oh and I also forgot to mention the raw provider is same person as ch. 57 – Finestella from mangahelpers.
Now if I can find proper quality raw for ch. 60 and 61… (these chapters includes PLOT TWISTS. And WTF-ry. Made me went o_o) (hahahah spoiler)
Recruiting translation checkers (and editor)! It’s really easy to join: fix one of our released chapters.
Editor found.
Saat ada seekor tawon yang membuat sarang dengan damai seorang diri di atas ruang rapat yang lu datengin tiap hari?
A. Tinggalkan dia dengan damai sentosa
B. Kill it with fire
C. Take your favorite NERF and shoot it rapidly
D. Sterilkan seluruh ruangan, lalu siram ruangan dengan minyak dan bakar
E. Ambil jam tangan, ulurkan tangan kiri ke atas dan berharap si tawon hinggap di jam tangan, pada saat itu lu bilang henshin lalu puter tawon dan bilang CHANGE WASP.
F. Do a cossack dance
Alas, here is a song for you, you poor little wasp.
Dalam perjuangannya seorang diri
Pada waktu lelah dan jatuh terdesak
Dengan sayap terlipat wajah menengadah
Dia selesaikan sarang-sarangnya
Sepi hati ini
Kumembangun sarang ini seorang diri
Sepi hati ini
Tapi kau tidak seorang diri
Seseorang di sana mencintaimu
Seseorang di sana memercayaimu
Seseorang di sana memerhatikanmu
Seseorang di sana~
Semua bermula dari Nescafe Gold gw yang jatuh dan tumpah sebagian.
I admit I WAS desperate–tu kopi susah dapetnya dan jauh. Untungnya ada teman yang nawarin kopi Singapur juga. It seems like the day was saved, kopi gw pecah tapi masih bisa minum kopi beda.
2 hari kemudian.
I got it. Looks a little weird. Here are the ingredients:
Glucose Syrup solids, Vegetable fat, Sodium Caseinate, Emulsifier, Stabilizer, Sodium Silico Aluminate.
Gw memutuskan untuk memercayai apapun yang mengandung Stabilizer, yeah.
So, karena tidak mendeteksi adanya bahaya, temen gw yang lain (really, not me) buka itu sachet dan tuang ke atas gelas, lalu kasih air.
Dia tunjukin ke gw.
“Kok kopinya putih sih?”
Kita lalu berkesimpulan dengan begitu cerdas bahwa kalo diaduk dia akan jadi hitam. Like, magically. Jadi diaduk. Tetep putih.
“Kok baunya tengik ya?”
Gw minum.
“Kok kaya air beras?”
It actually took a few more attempts and tries, until we realized it was a CREAMER.
2 orang sarjana + 1 calon sarjana, baru tau kalo serbuk putih yang kalo dicampur air berwarna putih dan diaduk tetap berwarna putih dan kalo dicium gak ada bau kopinya dan kalo diminum gak ada rasanya itu adalah Creamer setelah melalui percobaan dan pemikiran komprehensif.
Also this post made this blog felt a little bit more like a blog.
Someone asked this in the channel and quit before I saw him asking (since I was trapped wiki walking certain site).
“I’m officially confused; the last chapter of Saki I saw was 33–how did we get to 57?”
Well, for starter, we started (more or less) at chapter 56. Basically, chapter 34 up to 56 is already (mostly?) covered in the anime.
It might bring another question: will we do the previous chapters?
Answer: I don’t know. Maybe we’ll do it if we get an editor and translator for these chapters. Chapter 52-55 is already cleaned, actually.
Hey look, another chapter of Saki! The edit is crappy as ever. Now with help of a TLC though. And some other sources.
Editors welcome.
Whoops, the DDL link got eaten by WordPress.
Oh and before I forgot again:
Added Megaupload link.
Berapa banyak buku yang anda baca minggu ini?
Kalau saya ditanya seperti itu, percaya atau tidak, saya tidak akan bisa menjawab dengan baik.
Dulu sampai SMP, kalau ditanya mengenai hobi, dengan lantang saya akan menjawab : membaca.
tapi sekarang kalau ditanya soal hobi, saya agak ragu apa membaca masih termasuk dalam rangkaian keseharian saya.
Ya membaca di sini maksud saya bukan asal baca tulisan. Tapi suatu ritual khusus yang membutuhkan slot waktu yang cukup untuk menyimak, meresapi, dan mentafakuri isi suatu buku. Kemudian menyimpannya dalam sudut memori bagai sebuah kenangan akan sebuah petualangan. Untuk selanjutnya dijadikan bekal imajinasi kita dalam menghadapi hidup. Percaya atau tidak, manusia butuh imajinasi juga untuk bertahan hidup.
Saya lebih suka bacaan yang bisa mengalirkan isi nya begitu saja. Tanpa membuat si pembaca menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya atau bagaimana akhir nya. Bukan berarti saya tidak suka bacaan suspense, misteri, atau pun thriller. Tapi terkadang dari bacaan-bacaan seperti itu saya merasa banyak dibodohi. Saya suka bacaan yang menggugah. Aksi Sherlock Holmes dari Arthur Conan Doyle, atau pun kengerian Count Dracula nya Bram Stoker.
Pernah baca Pagar Kawat Berduri nya Trisnojuwono? Bercerita tentang perjuangan Indonesia yang harus menyamar menjadi pelajar dan melewati daerah pendudukan Belanda. Jujur itu pertamakali nya saya membaca cerita perjuangan dari sudut pandang tentara-tentara kecil tak dikenal tapi begitu mengena. Tentu saja karena penulis nya sendiri bekas tentara dan pernah terjun langsung ke medan perang. Kegelian dan kengerian hidup di camp konsentrasi benar benar terasa. Bagaimana Trisno menceritakan latar belakang masing-masing penghuni camp. dari mulai Bapak tua yang dipenjara karena tidak mengizinkan anak gadis nya menikah dengan seorang Belanda, anak muda bodoh tapi pemberani yang tidak pernah dipukuli di Camp karena dengan lantang langsung mengaku bahwa dia adalah tentara perjuangan, seorang model tentara jihad yang selalu berteriak merdeka atau mati dan akhir nya ditembak mati juga. Sampai seorang sipir Belanda berbadan besar tapi bodoh yang dipanggil Boy. Saya sempat geli membaca bagian di mana Boy mengajak berkelahi salah seorang tawanan, dan kemudian kalah oleh seorang tentara muda yang pernah belajar jujitsu. Lucu nya si Boy malah jadi senang dengan anak muda ini dan mulai menganggap nya sebagai “teman”.
Bicara soal membaca yang menjadi bagian keseharian, berkaitan juga dengan satu hal yang namanya budaya.
Mulai dari budaya membaca, sampai membaca budaya. Saya senang membaca budaya. mengamati bagaimana keseharian sekumpulan orang-orang melalui sebuah bacaan. Menilik kesamaan dan perbedaan perilaku sekumpulan manusia berdasarkan hal yang mereka sebut budaya. Dan ini yang membuat saya berpendapat. Atas dasar imajinasi, tidak perlu ada suatu klaim mengenai budaya tertentu hanya milik masyarakat tertentu. Karena hal hal seperti itu mengalir begitu saja dari satu manusia ke manusia lain. Dari media cetak, suara, bahkan visual. dan dengan makin baur nya media elektronik. Setiap orang bisa menjadi orang lain tanpa waktu lama. Menyelami berbagai macam kebudayaan seolah menjadi bagian masyarakat asal budaya itu sendiri. Tanpa menjadi kacang yang lupa akan kulitnya. Karena tidak jarang apa yang diklaim sebagai budaya oleh suatu sekelompok manusia, merupakan rajutan dari berbagai budaya yang diklaim kelompok manusia lain. yang perlu dilakukan hanyalah mindset untuk tidak saling membedakan.
Saya sendiri bingung, ketika sekelompok orang mengklaim suatu budaya dan memagari budaya mereka dari dunia luar. Padahal jika mereka menyimak. Apa yang mereka klaim merupakan bentuk akumulasi dari remehan-remehan budaya luar. Coba hitung berapa banyak kata serapan asing dalam bahasa Indonesia. Coba selidiki apa istilah ‘maid’ dan ‘loli’ merupakan istilah asli Jepang?
Berapa banyak bacaan anda mempengaruhi cara anda berpikir?
Berapa banyak bacaan anda berasal dari luar negeri?
Berapa banyak bacaan anda berasal dari dalam?
Apa anda masih menganggap beda, bacaan dari luar dan bacaan dari dalam negeri?