Pop Culture Enthusiast Club

Review Kemono Friends Season 1: Keserdehanaan yang Memikat Segala Kalangan

© Kemono Friends Project

Sulit dipercaya bahwa dalam seketika anime ini menjadi trending topic dunia jejepangan musim dingin 2017 lalu. Bahkan, kepopulerannya masih terasa sampai sekarang. Mungkin beberapa orang akan menggelengkan kepala karena heran, mengapa anime seperti ini dapat menjadi suatu hal yang sangat fenomenal?  Itulah yang saya pikirkan sebelum menonton tayangan ini.

Mari kita lihat taman Japari Park; dihuni oleh aneka satwa liar dari beragam ekosistem, yang nantinya akan dikenal sebagai Friends. Walaupun mereka adalah binatang, wujud makhluk-makhluk ini dibuat menyerupai manusia sehingga cara interaksi dan komunikasi mereka cukup sederhana untuk kita mengerti. Bagi kalian yang sudah atau akan menonton anime ini, sehingga kalian terdorong untuk membaca ulasan ini, saya hanya punya 1 pertanyaan. Apakah anda sudah siap untuk tanoshii?

 

Penceritaan – Menyenangkan dengan Latar Belakang yang Cukup Gelap (8/10)

© Kemono Friends Project

Kemono Friends dapat dikatakan merupakan suatu kisah yang sangat menyenangkan dan seru, dimana kita dapat melihat beragam binatang dari habitat aslinya berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, terutama dengan permasalahan yang ada. Perjalanan kita di Kemono Friends mengikuti kisah dari Kaban-Chan, seorang ‘hewan’ yang mencari asal usulnya, yang dinamai berdasarkan fakta bahwa ia sedang membawa sebuah tas. Ia bertualang bersama dengan friends pertama yang kita temui di anime ini yakni Serval. Sesuai namanya, ia merupakan kucing Serval.

Bila dipikirkan lebih lanjut, gaya penceritaan anime ini cukup unik. Kita seakan diingingatkan dengan animasi-animasi masa lalu seperti Dora the Explorer hingga Blue’s Clues, dimana kita diajak untuk memecahkan permasalahan sederhana untuk mencari teman. Namun, dibalik semua tanoshii yang kita dapatkan, terdapat latar belakang yang cukup kelam mengenai terbentuknya Japari Park dan apa itu friends. Menurut saya poin-poin tidak biasa inilah yang saya akui menjadi kelebihan dari Kemono Friends  sehingga patut menjadi tontonan recommended bahkan hingga musim-musim berikutnya.

 

Penokohan – Penuh dengan Tanoshii dan Tabenai (7.8/10)

© Kemono Friends Project

Dengan banyaknya jumlah hewan yang tinggal di taman ini, tentu akan sulit apabila aspek penokohan ini dibahas satu persatu. Tetapi, satu hal yang dapat dikatakan untuk mewakili keseluruhan makhluk di Kemono Friends ialah bahwa perkembangan karakter mereka di setiap episode cukup menakjubkan. Kita ambil contoh Serval, yang menjadi teman seperjalanan Kaban-chan, yang tidak hanya menjadi sekedar seorang teman yang hadir saja (uhuk uhuk teman curhat), tetapi juga berkembang seiring berjalannya cerita. Berawal dari sebuah pertemuan tidak terduga, ia akhirnya berkelana mengunjungi beragam habitat dari friends lainnya, dimana dalam perkelanaan itu kita akan menemukan sifat baru dan keunikan dari Serval melalui kasus yang dialami oleh friends lainnya. Setiap permasalahan yang diselesaikan dengan tanoshii itu membawa setiap karakter dalam Kemono Friends untuk mengalami perkembangan karakter yang luar biasa, dimana semua itu nantinya akan mencapai klimaks pada akhir musim 1 tayangan ini.

 

Animasi – Bukan Animasi Kesukaan Orang-Orang (6/10)

© Kemono Friends Project

Dengan pendanaan yang seadanya, tidak heran bila Kemono Friends memiliki animasi yang bisa disebut biasa saja. Animasi pada anime ini menggunakan metode 3 Dimensi yang seharusnya terlihat ‘nyata’, namun bila diperhatikan akan terlihat bahwa cukup banyak adegan di setiap episodenya yang terkesan ‘tidak bernyawa’. Tetapi, bukan berarti bahwa adegan-adegan tersebut atau bahkan keseluruhan anime ini tidak worth untuk kalian tonton. Justru, model animasi inilah yang membuat Kemono Friends terasa unik dan berbeda dari anime lainnya. Bila perusahaan anime lain akan berusaha untuk menonjolkan detil dan kehebatan mereka di animasi yang mereka buat, produser Kemono Friends yaitu Yaoyorozu tidak takut untuk menunjukkan animasinya secara terus terang. Meskipun demikian, saya dapat mengatakan bahwa animasi dari musim pertama anime ini memang masih sangat kasar dan terkesan terburu-buru.

 

Komposisi Musik – Lagu yang Akan Terngiang-Ngiang Dalam Hidupmu (9/10)

© Kemono Friends Project

Musik yang ditawarkan oleh anime ini bisa saya sebut indah dan seru. Lagu Opening dan Ending yang dibawakan oleh PPP, idol group friends penguin pada anime ini, serta soundtrack yang dipakai semuanya sangat enak untuk didengar dan cocok terutama pada adegan-adegan klimaks. Perhatian khusus saya berikan ke lagu Opening Kemono Friends, yang sering sekali diperdengarkan pada event-event pop culture Jepang, sehingga menjadi layaknya salah satu ikon dari dunia anime. Lagu Endingnya pun  tidak kalah enak dan catchy, walaupun disertai dengan latar animasi yang seakan terinspirasi oleh kejadian Chernobyl.

 

Kesimpulan – Tontonan yang Tanoshii

Dengan animasi yang seadanya dan gaya penceritaan yang tidak biasa serta kebanyakan review yang terkesan bias, wajar bila orang mempertanyakan kelayakan anime ini untuk ditonton. Namun, bukan berarti Kemono Friends menjadi tayangan yang sebaiknya kalian lewatkan. Dengan cerita yang enjoyable dan cukup mudah untuk dimengertianime ini dapat menjadi sarana istirahat bagi pikiran kalian dari segala persoalan dunia nyata, walaupun pada akhirnya setelah menonton ini kalian akan dipenuhi dengan lebih banyak pertanyaan lagi.

 

(Ulasan oleh Cakra Bhirawa, G ’19)