• [Review] A Silent Voice

     

    A Silent Voice, atau Koe no katachi, yang jika diterjemahkan ke bahasa Inggris berjudul “The Shape of Voice“, merupakan sebuah animated movie hasil produksi Kyoto Animation yang ceritanya diangkat dari manga dengan judul yang sama. Film berdurasi 129 menit ini cukup panjang untuk sebuah karya animasi. Film ini mulai ditayangkan di Indonesia pada 3 Mei 2017 di CGV Blitz.

    The Story 9/10

    Agak sulit membicarakan bagian ini karena durasi film yang cukup lama. Tapi, sepanjang cerita tidak ada bagian yang tidak bermakna. Dari awal sampai akhir, perkembangan cerita tidak terlalu lambat atau ditunda-tunda dan bagian yang merupakan plot twist mendapatkan foreshadowing yang baik sehingga tidak terduga namun dapat dimengerti. Topik yang dibawakan cukup menarik karena jarang dibahas di cerita lain. Setelah itu semua, cerita diakhiri dengan cukup memuaskan.

    The Characters 8.5/10

    Karakter-karakter yang diperkenalkan dalam Koe no Katachi cukup beragam. Dari tokoh Ishida Shoya yang merupakan seorang bully yang berusaha menebus kesalahannya sampai tokoh Nishimiya Shoko yang tetap berusaha membaur meskipun memiliki keterbatasan fisik, setiap karakter ditampilkan memiliki motivasi dan pola pikirnya sendiri. Sayangnya, sebagai gantinya, beberapa karakter pendukung terasa kurang dibahas. Meski demikian, karakterisasi yang diberikan sudah cukup untuk membuat penonton merasakan emosi-emosi dalam suatu adegan.

    The Sound 8/10

    Salah satu tema utama dari film ini adalah kehidupan dari seorang gadis yang tuli. Sesuai dengan  tema itu, soundtrack yang digunakan tidak terlalu mencolok sehingga beberapa adegan terasa sunyi. Meskipun demikian, penggunaan soundtrack cukup sesuai dengan suasana sehingga mendukung adegan yang sedang ditayangkan.

    Art and Animation  9/10

    Sebagai film yang diproduksi oleh Kyoto Animation, kualitas animasinya memang tidak diragukan, dengan karakteristik background yang detail, warna yang cerah, dan desain karakter yang khas. Secara keseluruhan film ini enak dilihat.

    Overall: 8.8/10

    Sangat enjoyable, penulis tidak merasa dua jam berlalu saat menonton. Apakah anda tertarik?

     

    -DT

  • [Review] Nintendo Switch is Here!

    Ya, benar sekali! Nintendo Switch, console hybrid yang paling ditunggu para gamers ini baru saja dirilis di Indonesia sejak bulan Maret yang lalu. Oh, ya, untuk kamu yang belum tahu, Nintendo Switch adalah sebuah console produksi Nintendo yang kamu bisa mainkan kapan saja, di mana saja. Karena dengan desain hardwarenya, Nintendo Switch ini dapat menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi pemainnya. Misalkan saat bersantai di ruang keluarga, kamu bisa mengintegrasikannya dengan TV dan memainkan gamenya bersama keluarga dengan puas dari layar TV. Bagaimana saat bepergian? Tenang, kamu juga dapat membawa dan tetap memainkan Nintendo Switch layaknya console portable seperti nintendo gameboy, atau PSP. Keren sekali, bukan?

    Nah, pada kali ini, salah satu sahabat kita, Yoga Aulia (G 14′) punya opini berdasarkan pengalamannya sebagai user Nintendo Switch. Yuk, kita simak!

    Admin:
    Yog, emangya apa aja poin plus dari Nintendo Switch?

    Yoga:
    1. Paling pertama, pastinya karena suka desainnya inovatifnya yang bisa dimainin di mana pun (tempat tidur, kelas, dan, ya.. wc sekalipun)

    2. Bisa dimainin dengan tangan terpisah dari layarnya, enak dan ga statis. Gue pernah main 8 jam straight dan gak pegel.

    3. Ada fitur autosleep, bro. Jadi, kalau baterainya habis, saving nya gak akan hilang dan akan lanjut di tempat terakhir begitu di-charge.

    4. Motion capturenya bagus untuk main 1 2 switch dan saat pakai panah di zelda.

    5. Console portable pertama dengan kualitas 720p, dan frameratenya juga jarang drop.

    6. Sangat support untuk main multiplayer. Saran, sih, beli bundle mario kart. Bisa main berdua tanpa add-on lagi.

    7. Ringan banget, bro.

    8. Game-game kedepannya cukup promising, sih.

    Admin:
    Keren uga. Tapi pastinya tetep punya kekurangan, dong?

    Yoga:
    Ya, kekurangan tetep ada, sih.

    1. Karena console baru, pastinya gamenya masih sedikit.

    2. Pas docking, kalau ga hati-hati bisa mudah tergores.

    3. Joy-con strapnya keras, kadang takut pas cabutnya.

    4. Stand-nya lemah. Kalau permukaannya sandarannya empuk, dia bakal jatuh.

    5. Kalau lagi docking, joycon sebelah kiri ga tahan lebih dari 1 meter

    6. TV modenya baru sampai 1080p, kalah sama PS4 dan Xbox One

    7. Masih mahal di Indo.

    Nah, begitulah opini kilas tentang Nintendo Switch dari Yoga.
    Kalau kamu juga tertarik untuk cobain console yang satu ini, maka pastinya poin no 7 di atas perlu kamu pertimbangkan juga. Karena di Indonesia, Nintendo Switch memang masih dijual dengan harga sekitar 6 juta-an. Bagaimana? Masih tertarik?

    -FA

  • Review: Sword Art Online: Ordinal Scale

    Sebuah movie yang menjadi sequel dari seri TV anime “Sword Art Online” berjudulkan “Sword Art Online: Ordinal Scale” baru diluncurkan beberapa waktu yang lalu. Di Indonesia sendiri, movie ini baru mulai ditayangkan 22 maret yang lalu di bioskop CGV Blitz.

    Story 7.5/10

    Walaupun menurut saya film ini lebih banyak fokus ke action scene, cerita yang disajikan juga cukup menarik untuk diikuti karena mengangkat tema AR dan VR yang mulai booming di dunia nyata belakangan ini. Plot utamanya cukup sederhana, dengan fokus awal pada tindakan dan reaksi tokoh utama sehubungan dengan Ordinal Scale, masalah-masalah yang timbul dari game tersebut, sampai pada akhirnya dia menyelamatkan hari bersama dengan teman-temannya. Tapi, tentunya film ini tidak sesederhana itu. beberapa sentuhan misteri menjaga ketertarikan penonton walau ada juga yang terlalu mudah ditebak.

    Character 7/10

    Selain karakter-karakter yang sudah diperkenalkan di TV series-nya, Sword Art Online: Ordinal Scale juga memperkenalkan beberapa karakter baru yang cukup mendapatkan background story masing-masing sehingga di akhir film mereka tidak terlalu terasa seperti karakter sampingan. Sementara, di antara para karakter utama tidak ada banyak perkembangan selain dalam hubungan antara Kirito dan Asuna. Sayangnya, ada seorang tokoh anggota harem kirito yang hampir tidak muncul dan saat muncul hanya menjadi bahan fanservice, tapi jika kita bisa maklumkan hal itu, overall tidak terlalu buruk.

    Sound 9/10

    Soundtrack-nya menurutku sudah sesuai dengan mood di scene-nya, dengan penggunaan sfx yang baik dan tidak berlebihan. Salah satu lagu yang dinyanyikan sang idol dunia AR terdengar sangat bagus namun terasa familiar, dan ternyata itu karena komposer lagunya Yuki Kajiura yang karyanya sudah terkenal di beberapa seri tv anime ternama seperti Fate/Zero, Madoka, Kara no Kyoukai, dan tentunya Sword Art Online.

    Art 8.5/10

    Animasi pada saat battle scene yang sangat smooth dan ekspresi wajah para tokoh yang memaparkan emosi mereka secara jelas menjadi nilai tambah dari sisi art. Terutama ketika mendekati akhir film, adegan pertarungan terlihat indah di mata dengan penggunaan efek dan warna yang bagus. Hanya terkadang flow pertarungan terlalu cepat sehingga penonton bisa kesulitan mengikutinya.

    Overall: 8/10

    Yah, sekian review dari saya. Jika merasa tertarik untuk tahu lebih banyak, silakan tonton sendiri(atau beramai-ramai juga boleh) selama film ini masih tayang di bioskop.

     

    -DT